Ma Poem #4

Gurat Senja

by : Indira Pramudya W.

 

Akulah mayat berjalan

Diantara dering bahagia

Akulah yang melawan

Diantara gurat batas senja

 

Gelombang kekecewaan di nadiku

Menyayat hati menusuk paru

Menabur garam di atas luka

Aku tahu ini selamanya

 

Rintih pilu kesepian

Aku lahir dalam kesenduan

Pita indah dalam kelontong

Aku tahu itu omongkosong

 

Akankah kebahagiaan hadir?

Akankah tawa mampir?

Aku bukan yang terpandang

Akulah yang terbuang

 

(Puisi ini gw buat waktu gw dianggurin latihan sebuah lomba. Dan gw gak dianggap di lomba itu. Gw cuma diandelin jadi pembuat poster *sublomba*. FINE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s